Oleh : Dian Ardiansyah 

Kebijakan bupati Jepara Ahmad Marzuki terkait pengembangan kepariwisataan dan infratsruktur tahun 2017 mendapatkan respon positif dari kabupaten Bojonegoro. Melalui Komisi D DPRD Bojonegoro, Selasa (21/03/2017) pagi secara khusus datang ke Jepara untuk belajar sekaligus mendapatkan referensi pengembangan dua bidang yang saat ini menjadi focus pengerjaan di kota ukir. Dalam kesempatan itu mereka diterima Asisten I Sekda Jepara Akhmad Junaidi, dengan didampingi dinas terkait.

Sekretaris Komisi D DPRD Bojonegoro Ali Huda memberikan apresiasi kepada pemkab Jepara yang telah menempatkan infrastruktur dan kepariwisataan menjadi fokus di tahun 2017. Kedatanganya bersama sekitar sepuluh rombongan ingin mendapatkan referensi serta masukan terkait pelaksanaan pembangunan infrastruktur dan kepariwisataan tahun 2017 di Kabupaten Jepara. “Kami dengar, Jepara tengah focus menata pembangunan infratsruktur dan kepariwisataan. Untuk itulah kami datang kesini untuk mencari referensi tersebut” ujarnya.

Dikatakan, Kabupaten Bojonegoro mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan Kabupaten Jepara, hanya saja untuk bidang kepariwisataan di Jepara lebih dikenal oleh masyarakat luas. Padahal dana yang sudah digelontorkan untuk bidang ini, cukup besar. “Kami juga mempunyai potensi pantai, namun tidak terkenal seperti halnya obyek wisata yang ada di Jepara” ujarnya.

Asisten I Setda Jepara Junaidi mengatakan di kabupaten Jepara terdapat 184 desa dan 11 kelurahan yang tersebar di 16 kecamatan termasuk karimunjawa. Kondisi yang hampir sama dengan Bojonegoro. Meskipun memiliki geografis yang kurang menguntungkan namun dianungrahi potensi alam yang luar biasa. Dan inilah yang menjadi salah satu andalan wisata di Jepara.

Untuk bidang kepariwisataan ini, pemkab mendorong inisiatif desa desa untuk menciptakan obyek wisata yang dikelola masing-masing. Sehingga akan memunculkan potensi local. Mislanya, Desa Wisata Plajan Kecamatan Pakisaji, dan Desa Kunir Kecamatan Keling. “Dari tahun ke tahun jumlah wsiatawan juga meningkat. Tahun 2016 lalu wisatawna mancanegara mencapai 21 ribu lebih. Sedangkan local 1,3 juta wisatawan” pungksnya.

Selain infrastruktur dan kepariwisataan, di jJepara juga terkenal dengan industri olahannya. Dimana jika di daerah lain, mempunyai bahan baku kayu, di Jepara, mampu mengolah kayu menjadi menjadi barang bernilai tinggi. Hal ini dapat dilihat dari Produk Domestik Regional Broto (PDRB) di Kabupaten Jepara masih didominasi oleh sektor industry yaitu 26 persen. Kemudian disusul sector perdagangan dan jasa. Pemkab Jepara terus berupaya untuk menjaga komposisi tersebut agar selalu seimbang. Jangan sampai salah satu sektor mendominasi. “Harus berimbang, untuk menjaga sumbangan sektor terhadap PDRB ini” ujarnya.

SHARE
Previous articleManado
Next articleSeni Pahat Macan Kurung

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY