Selain keren akan wisata pantainya, Jepara juga luar biasa akan wisata daratnya. Jepara Mempesona slogan yang tepat untuk julukan kota ukir ini, ayo kita explore menelusuri keindahan alam jepara. Ada banyak tempat wisata menarik di jepara selain pantai yaitu air terjun.  Berikut beberapa air terjun yang bisa kalian kunjungi :

  1. AIR TERJUN JURANG NGANTEN
foto : nasirullahsitam
foto : nasirullahsitam

Air terjun jurang nganten berupa terjunan air yang mengucur pada dinding bukit yang tegak. Lokasi air terjun ini cukup sepi dan tenang. Konon ceritanya pada zaman wali ada sepasang pengantin yang tidak direstui oleh orang tua mempelai wanita. Namun mereka tetap melangsungkan pernikahan, kemudian sepasang pengantin baru ini pergi mengendarai kereta, tai kereta ini tidak ditarik oleh kuda melainkan oleh kerbau. Sepasang pengantin pergi menyusuri sungai hingga pada akhirnya mereka terjerumus ke jurang, oleh karena itu disebut dengan julukan AIR TERJUN JURANG NGANTEN. Begitulah asal muasal ceritanya kenapa di juluki air terjun jurang nganten, yang dimana artinya jurang : tebing yang terjal dan nganten adalah sepasang pengantin. Dengan demikian maksudnya adalah jurang temat pengantin terjerumus.

Untuk menuju ke lokasi ini jika dari jepara kota kurang lebih 23 km ke arah timur laut atau tepatnya di dukuh turung, desa tanjung, kecamatan pakis aji, kabupaten jepara

2. AIR TERJUN DUNG PASO

Berkas:Air Terjun Dung Paso Jepara.jpg

Air terjun ini baru menjadi viral di kalangan traveler jepara dan sekitarnya, lokasi  AIR TERJUN DUNG PASO yang tersembunyi di dalam dukuh kedawung, desa somosari kecamatan batealit.

Konon, sungai indah tersebut diberi nama kedung paso karena terdapat sejumlah kubangan air yang terbentuk dari sisi-sisi bebatuan atau tebing sungai menyerupai wadah air. Dalam bahasa Jawa sendiri, kedung berarti sungai sedangkan paso memiliki arti wadah atau tempat air berukuran besar.

Memang benar, ketika kita datang kesana. Kita akan disuguhi dengan pemandangan yang sangat menakjubkan. Kedung Paso, dengan sungai yang dikelilingi perbukitan penuh dengan hijaunya pepohonan. Air yang mengalir di sela bebatuan terlihat sangat jernih, dilengkapi dengan suara gemercik air yang tak pernah henti.

Tak hanya itu, lebih detail kita dapat melihat dari aliran air sungai membentuk air terjun yang indah sekali. Dibawah air terjun itu terdapat genangan air yang berlimpah diantara dua sisi tebing. Tak ayal, keindahan itu pun menarik gelora nafsu pengunjung untuk menceburkan diri ke sungai itu.

Untuk sampai ke lokasi air terjun, dari tempat parkir di dekat SD Negeri Somosari 03 traveler masih harus melanjutkan dengan berjalan kaki melewati perkebunan warga sepanjang aliran sungai yang punya batu-batu besar. Debit airnya memang tidak terlalu besar namun cukup untuk memuaskan rasa penasaran apalagi suasananya masih sangat alami.

3. AIR TERJUN SONGGOLANGIT

Dikisahkan ada seorang jejaka yang berasal dari desa Tunahan menjalin cinta dengan seorang gadis cantik asal Dukuh Sumanding Desa Blucu Kecamatan Kembang. Jalinan cinta mereka ahirnya berlanjut hingga ke jenjang perkawinan. Di sini diceritakan bahwa antara desa Tunahan dan desa Blucu terbentang sungai (sekarang ini sungai yang berada di atas obyek wisata tersebut airnya mengalir ke bawah menjadi air terjun).

Pada zaman dahulu seorang laki-laki melamar seorang perempuan harus membawa perabotan dapur seperti wajan, piring, gelas, dan lain lain . Serta membawa hewan piaraan kerbau, sapi, atau kambing. Pada suatu fajar si isteri bersiap menyiapkan makanan pagi untuk si suami tercinta. Dalam penyediaan sarapan tersebut si isteri kurang hati- hati sehingga menimbulkan suara-suara alat dapur yang saling bersentuhan.

Alkisah, sang mertua (ibu si isteri) menegur anaknya “Ojo glondhangan, mengko mundhak bojomu tangi” atau dalam bahasa Indonesia “Jangan gaduh, nanti suamimu terbangun”. Rupanya si suami salah mendengar “Kerjo kok glondhangan, rumangsamu barange bojomu” atau dalam bahasa Indonesia “Kerja kok gaduh,Memangnya barang bawaan suamimu”. Pada saat itu juga si suami merasa tersinggung dengan perkataan sang mertua itu, kemudian pada suatu tengah malam kedua pengantin tersebut berniat pergi dari rumah untuk pindah ke tempat asal suami dengan mengendarai pedati/gerobak yang ditarik oleh sapi. Oleh karena jalannya begitu gelap, maka pedati yang mereka naiki salah jalan (kesasar) sehingga terasa pedati tersebut masuk jurang yang sangat dalam (sekarang air terjun Songgolangit) dan sepasang pengantin tersebut hilang tidak ada yang mengetahui keberadaanya. Legenda tersebut bersifat turun temurun dan masih melekat kuat di hati masyarakat setempat sehingga merupakan pantangan antara orang-orang desa Tunahan dan desa Blucu untuk hidup sebagai suami isteri, karena dikuatirkan hubungan rumah tangga mereka akan mengalami kemelut. Juga masyarakat sekitar percaya pada legenda tentang sepasang suami-istri yang menjadi penunggu kawasan itu. Mereka juga percaya air yang mengalir dari air terjun tersebut berkhasiat membuat awet muda.

Air Terjun Songgo Langit telah dibekali dengan berbagai fasilitas pendukung untuk memudahkan para wisatawan yang berkunjung. Tepat di bawah terjunan airnya terdapat kolam alami yang biasa digunakan traveler untuk berenang atau sekedar bermain air. Keberadaan air terjun yang tingginya 80 meter ini tidak lepas dari mitos yang beredar. Katanya air dari Air Terjun Songgo Langit bisa bikin awet muda. Disekitar air terjun ini dapat dijumpai beragam kupu-kupu, walaupun menarik wisatawan, air terjun ini dipasangi peringatan dilarang berenang karena banyaknya korban tenggelam karena terdapat palung sedalam 8 meter ( hati-hati loh ya jangan asal nyemplung ).

lokasi : dusun dukuh nglencer, bucu, kecamatan kembang, kabupaten jepara

>>  masih banyak air terjun yang belum kami ulas, terus ikuti artikel kami ( bersambung )

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY